Langsung ke konten utama

TATAPAN

Irman Syah
TATAPAN

Mengasah pisau selalu saja membayangkan tajamnya
Setelah itu tangan tersayat, selalu saja ada sesuatu
yang sulit dimaknai, apalagi mewarnainya dengan
keputusan: lukisan apakah yang menari-nari, sehingga
kenyataan jalan bersimpang?
Mengasah pisau selalu saja membayangkan tajamnya
tangan disayat, selalu saja..

Ah.. Menatap dikau selalu saja kecantikan awalnya
Setelah itu hati diremas-remas, selalu saja: ternyata
dunia tak kenal bahasa cuaca, antara aksara dan debar
rasa aku terkeranda, sendiri membayar mimpi..
Adakah yang menoleh bila sajak tak sampai, siapakah
yang tertoreh di kilau menyalai?

Menatap dikau selalu saja kecantikan awalnya, hati
selalu diperas-peras, selalu saja: tajam kecantikan
bukankah kilau siburuk, duduk sebangku berbalas salam
Ada kekariban yang sengaja diputus, tapi tak bisa hilang
pupus.. Alam pun yang meneguk kelatnya diam-diam..

Rell Kayutanam: 1994


Komentar

Postingan populer dari blog ini

DALAM NAFAS KATA

Irman Syah DALAM NAFAS KATA Tak kumau tidur dalam kata yang kutulis, mati apalagi.. Padanya aku gerak, demo dan teriak di dadamu tentang sunyi ditinggal, sayat biola dinihari serta pedihnya serpihan bansi yang bergulir sayup. Engkau mungkin tak rasa cinta antara kita barangkali setipis ari karenanya kau begitu mudah mengukur nafas kematianku

PELAYARAN KIRA-KIRA

Di laut tak bernama sekali pun telah kita layarkan jutaan harapan tapi selalu berlabuh di kekecewaan Ada pula yang kadang bergerak menarik detak hati melayari nasib ke lain laut yang paling asing tapi ujung pelabuhan sepi yang kian menghadang..