Langsung ke konten utama

MALAM

Irman Syah
MALAM
(Kepada Chairil Anwar)

Malam
tersentuhlah perempuan
yang mengasah rahimnya
dengan gelora gelisah Adam
akan surga


“Aku Hawa…”, bisiknya
Iga mendesirkan khuldi
membayang harum nafsu

Malam megelebatkan sunyi
mayang mengurai
Kasih tak sampai: abadi
dan harmoni

Jarak cuma kabar tualang
Jembatan panjang serambut
Keyakinan
melaju ingatan jalan pulang!

Menteng31: 28/2/2003




Komentar

Postingan populer dari blog ini

KUDA-KUDA YANG MENARI

Kuda belang, kudaya belang, melompat dan melayang, dikipasnya wangi parfum surga, langit terbelah dan malaikat menari Tak pernah ada tarian sesakral itu: suara bansi, patuah dan petatah-petitih pun beralih-alih suara Kuda belang, kuda yang mengangkang ringkikkan kemerdekaan: seniman merdeka, “merdekakah?”, seniman setia, “setiakah?” ow, tanya jantungmu: tanya, tanya, tanya? Tanya jantung, jantung, jantungmu jantan!

KEBERANGKATAN

Memberangkatkan diri kita selalu menanyakan jam Gelisah-demi gelisah pun semakin menggeser waktu kita percaya ada yang berubah Padahal tetap saja begitu, cahaya barangkali yang menentukan jauh perjalanan, kecuali mendung atau hujan: karenanya jarang kita kenal jam berapa sekarang?