Langsung ke konten utama

SEJARAH

Dukamu tercecer sudah oleh jengking kereta
yang melengking membunuh habis lamunan
Tempat sembunyi para dewa

Bersamaku dukamu lebur jadi cahaya, tercatat
di tugu-tugu kota: wajahnya tujuh bidadari..

Di jiwaku, dukamu raib: persis percintaan
yang tak mampu ditafsirkan sejarah, kelam
cahaya hidup, menyinari keabadian perantauan


Solo, 2007

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DALAM NAFAS KATA

Irman Syah DALAM NAFAS KATA Tak kumau tidur dalam kata yang kutulis, mati apalagi.. Padanya aku gerak, demo dan teriak di dadamu tentang sunyi ditinggal, sayat biola dinihari serta pedihnya serpihan bansi yang bergulir sayup. Engkau mungkin tak rasa cinta antara kita barangkali setipis ari karenanya kau begitu mudah mengukur nafas kematianku

PELAYARAN KIRA-KIRA

Di laut tak bernama sekali pun telah kita layarkan jutaan harapan tapi selalu berlabuh di kekecewaan Ada pula yang kadang bergerak menarik detak hati melayari nasib ke lain laut yang paling asing tapi ujung pelabuhan sepi yang kian menghadang..