Langsung ke konten utama

PERNYATAAN KERAKYATAN

Lama sudah kalian siksa negeri
kembali dan berangkulanlah
Bikin garis di bahasa yang sama


Jangan cuma sampai di pintu
periksa kembali hati berdebar..
Biar getar bencana tak berulang

Jangan cuma sebatas pikir
rasa periksa mesti ke muka
di sana nurani memberi tanda

Siap dan segerakanlah tuntutan
Demi pernyataan kerakyatan
dalam gerak-gerik kehidupan

Tugu Proklamasi, 2011


Komentar

Postingan populer dari blog ini

RUMAH KEDIRIAN

Apa sesungguhnya yang lekat di usia..   Hitungan dan angka-angka ataukah rasa yang tak pernah lupa akan hikayat semesta? Ceria dan airmata tak pernah lupa kemana diri mesti meminta, kadang namalah yang sering alpa atau gelar yang tanpa sengaja menerima sanjung puja. Mari, lepaskan semua sangka. Hidup tak semisal angka dan hitungan bukan hanya bahasa manusia. Selamat menikmati diri yang sesungguhnya tanpa anasir apa pun yang menggoda, kecuali bagiNya dengan segenap tatacara..

KUDA-KUDA YANG MENARI

Kuda belang, kudaya belang, melompat dan melayang, dikipasnya wangi parfum surga, langit terbelah dan malaikat menari Tak pernah ada tarian sesakral itu: suara bansi, patuah dan petatah-petitih pun beralih-alih suara Kuda belang, kuda yang mengangkang ringkikkan kemerdekaan: seniman merdeka, “merdekakah?”, seniman setia, “setiakah?” ow, tanya jantungmu: tanya, tanya, tanya? Tanya jantung, jantung, jantungmu jantan!