Langsung ke konten utama

PELAYARAN KIRA-KIRA

Di laut tak bernama sekali pun telah kita layarkan
jutaan harapan tapi selalu berlabuh di kekecewaan
Ada pula yang kadang bergerak menarik detak hati
melayari nasib ke lain laut yang paling asing
tapi ujung pelabuhan sepi yang kian menghadang..

Begitu amat asinnya denah perantauan yang mesti
direkam: mimpi tak berkesudahan, debar pun
silih berganti bergulir dari was-was ke waspada
Apalagi menjaring kata yang tepat, menjalin kisah
Ketika mesti menyaring kenyataan hidup masalalu

Ternyata begitu sulitnya mereka renda masadepan
lewat mimpi hari ini dan pelayaran kenyataan pun
selalu melahirkan gulungan ombak berdesiran
yang setiap saat menitipkan mata-kata di buih sepi..

Kesempurnaan apalagi yang dapat tecipta
dari perdebatan siang pertengkaran  malam yang lahir
melontarkan jarak samudera bagi jiwa manusia

dengan kebuasan ucapnya yang tak terkemasi?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KUDA-KUDA YANG MENARI

Kuda belang, kudaya belang, melompat dan melayang, dikipasnya wangi parfum surga, langit terbelah dan malaikat menari Tak pernah ada tarian sesakral itu: suara bansi, patuah dan petatah-petitih pun beralih-alih suara Kuda belang, kuda yang mengangkang ringkikkan kemerdekaan: seniman merdeka, “merdekakah?”, seniman setia, “setiakah?” ow, tanya jantungmu: tanya, tanya, tanya? Tanya jantung, jantung, jantungmu jantan!