Langsung ke konten utama

ROMANSA KEMATIAN

Kalau masih belum lengkap bagimu tatapanku
biarlah hati tertawan hangus, bersamamu saja
kerinduan ini menjadi lengkap, tak bisa kutepiskan,
betapa matamu hinggap tubuhku seakan kauusap:
rambut, alis, kumis dan bahkan terjemahannya
makna-makna kesendirian

Tak mungkin kupungkiri hidangan mimpi
Kautawarkan pula setalam sepi warna-warni
Kehidupan kanak-kanakku muncul, kenakalan
remajaku hadir, dan pernikahan kta berulang
di ujung mata: “istighfarlah,” ucapmu..

Mengapa kautitipkan kebahagiaan sementara
kau akan menikmati kehilangan, terlebih lagi aku:
bagaimana kelak jika aku ingin omelanmu
atau ketus ungkapan saat memilih pekerjaan baru
Ah, tentu ini tidak mungkin?
Jarak, meski sehelai rambut tetap saja menguntit
rindu: beranikah aku mendekap ruang gelap
dindingan tanah merah itu?

Tak wajar bila aku merasa menyia-nyiakanmu
dan sesungguhnya apa yang terjadi adalah bukti
yang kuusahakan sepermanen mungkin:
berartikah kepergianku bagimu tanpa meninggalkan
perbekalan?
“Aku bahagia,” suaramu itu penjara teramat indah

meski sulit untuk ditepiskan..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KEBERANGKATAN

Memberangkatkan diri kita selalu menanyakan jam Gelisah-demi gelisah pun semakin menggeser waktu kita percaya ada yang berubah Padahal tetap saja begitu, cahaya barangkali yang menentukan jauh perjalanan, kecuali mendung atau hujan: karenanya jarang kita kenal jam berapa sekarang?