Langsung ke konten utama

LEPAS DAN LUPAKAN

Lepaskan ia pada keasingan dirimu
angin akan selalu mengabarkan keganjilan
dan dengan mudah saja keputusan
diubahnya menjadi keputus-asaan

Kalau masih sempat ucapkanlah sesuatu
tapi jangan kepastian
Katanya sulit dipertanggung-jawabkan
“Selamat jalan..”
“Sampai jumpa..”
ya, apasaja yang tersedak di kerongkongan

Lepaskan ia pada percintaan batinmu
karena siksaan selalu berat
menimpakan apasaja di hati
tapi bukan berarti kasih-sayang itu mati
dan musnah begitu saja

Lepaskan ia: ia toh bukan apa-apanya kamu
lupakan saja
Kan pada diri sendiri pun kau sering lupa
bertegur-sapa: aku pun sering begitu..


Komentar

Postingan populer dari blog ini

RUMAH KEDIRIAN

Apa sesungguhnya yang lekat di usia..   Hitungan dan angka-angka ataukah rasa yang tak pernah lupa akan hikayat semesta? Ceria dan airmata tak pernah lupa kemana diri mesti meminta, kadang namalah yang sering alpa atau gelar yang tanpa sengaja menerima sanjung puja. Mari, lepaskan semua sangka. Hidup tak semisal angka dan hitungan bukan hanya bahasa manusia. Selamat menikmati diri yang sesungguhnya tanpa anasir apa pun yang menggoda, kecuali bagiNya dengan segenap tatacara..

KUDA-KUDA YANG MENARI

Kuda belang, kudaya belang, melompat dan melayang, dikipasnya wangi parfum surga, langit terbelah dan malaikat menari Tak pernah ada tarian sesakral itu: suara bansi, patuah dan petatah-petitih pun beralih-alih suara Kuda belang, kuda yang mengangkang ringkikkan kemerdekaan: seniman merdeka, “merdekakah?”, seniman setia, “setiakah?” ow, tanya jantungmu: tanya, tanya, tanya? Tanya jantung, jantung, jantungmu jantan!