Langsung ke konten utama

BAHASA KAKI-LIMA

Menikmati perang di ruang tamu
menyaksikan dendam
mempertemukan lalat dan manusia
Sebuah requiem liang lahat
tapi bangkai tak termakamkan
Aku panik menyusuri hati
dalam lika-liku kemanusiaan

Menikmati perang di ruang tamu
buasnya bahasa-bahasa senjata
membabat pucuk-pucuk hidup
Rumah-kehidupan yang terbengkalai
porak-poranda
Sedang aku tak mampu berbuat apa
selain istri ngomel tentang belanja

Menikmati perang di ruang tamu
radio dan Koran-koran terbakar
Mata mengasap-hitamkan pidato
hitam-putih
yang dipamerkan kaki-lima..

Medan, 2001


Komentar

Postingan populer dari blog ini

DALAM NAFAS KATA

Irman Syah DALAM NAFAS KATA Tak kumau tidur dalam kata yang kutulis, mati apalagi.. Padanya aku gerak, demo dan teriak di dadamu tentang sunyi ditinggal, sayat biola dinihari serta pedihnya serpihan bansi yang bergulir sayup. Engkau mungkin tak rasa cinta antara kita barangkali setipis ari karenanya kau begitu mudah mengukur nafas kematianku

PELAYARAN KIRA-KIRA

Di laut tak bernama sekali pun telah kita layarkan jutaan harapan tapi selalu berlabuh di kekecewaan Ada pula yang kadang bergerak menarik detak hati melayari nasib ke lain laut yang paling asing tapi ujung pelabuhan sepi yang kian menghadang..